tag
Tinju
18 Tewas di GOR Nabire

Korban Terinjak-injak

Selasa, 16 Juli 2013 12:54 WIB
Kapolda nyatakan insiden Nabire berawal dari ketakutan warga.
  • Korban Terinjak-injak
  • Korban Terinjak-injak
  • Korban Terinjak-injak
  • Korban Terinjak-injak
Kapolda Papua Tito Karnavian menyatakan tragedi di GOR Kota Lama Nabire, Papua, yang menewaskan 18 orang berawal dari ketakutan penonton yang menyesaki GOR, Selasa (16/07/13).

Korban berjatuhan bukan akibat kerusuhan, melainkan karena para penonton ketakutan sehingga memaksa keluar dari GOR dengan berdesak-desakan, Minggu (14/07/13) malam.

"Mereka tewas bukan karena dianiaya, melainkan terimpit dan terinjak-injak saat hendak keluar dari GOR," tegas Kapolda Papua Tito Karnavian di Jayapura, Selasa (16/07/13).

Tito Karnavian memastikan dari hasil penyelidikan sementara terungkap fakta bahwa korban yang meninggal akibat terimpit dan terinjak-injak saat memaksa keluar dari GOR.

Penonton lain yang berada di dalam gedung tidak mengalami cedera. Selain menyebabkan korban tewas 18 orang, insiden membuat puluhan penonton mengalami luka-luka.

Selain karena berdesakan saat hendak keluar GOR, kapasitas gedung tidak mampu menampung penonton yang mencapai 1.500 orang, padahal kapasitas GOR hanya bisa menampung 900 orang.

"Saat insiden terjadi sekitar 1.500 orang memadati GOR yang berlokasi di Kota Lama Nabire sehingga sudah tidak memadai hingga korban mengalami luka-luka dan sesak napas," kata Kapolda Papua.

Berdasarkan laporan sementara, ungkap Tito, faktor membeludaknya penonton karena Bupati Nabire Izaias Douw mengizinkan warga yang tertahan di luar untuk masuk GOR, padahal warga tidak punya tiket.

Akibat keputusan bupati, masyarakat terus berduyun-duyun masuk hingga jumlah penonton melebihi daya tampung GOR.

Kapolda menegaskan pendukung Yulianus Pigome tidak dapat menerima kekalahan Yulianus dari Alfius Rumkorem. Mereka marah sehingga terjadi keributan, saling lempar kursi dan botol air minum.

"Kalau akibat lemparan, baik kursi maupun botol air, tidak akan separah itu,” jelas Tito.


Editor : Jhon Purba

  • comment
Komentar