tag
Tenis
Wimbledon 2014

Nama Keluarga Bikin Bouchard Pede

Senin, 23 Juni 2014 12:52 WIB
Eugenie Bouchard memiliki keluarga dengan nama-nama kerajaan Inggris.
  • Nama Keluarga Bikin Bouchard Pede
    GETTY IMAGES

    Eugenie Bouchard (Kanada)

  • Nama Keluarga Bikin Bouchard Pede
    GETTY IMAGES

    Eugenie Bouchard (Kanada)

  • Nama Keluarga Bikin Bouchard Pede
  • Nama Keluarga Bikin Bouchard Pede
Petenis muda Kanada Eugenie Bouchard optimistis bisa meraih gelar juara grand slam pertamanya pada turnamen Wimbledon 2014. Senin (23/06/14), Bouchard yakin nama keluarganya bisa membawa keberuntungan dalam turnamen lapangan rumput tersebut.

Lolos ke semifinal grand slam Australia Terbuka 2014 dan Prancis Terbuka 2014 membuat nama Eugenie Bouchard semakin meroket. Orang-orang sekarang mulai bertanya-tanya dan mencari tahu siapa petenis cantik asal Kanada tersebut.

Bouchard lahir dari seorang ayah Kanada-Prancis dan seorang ibu yang memiliki keturunan Irlandia. Uniknya kedua orang tua Bouchard sangat terobsesi dengan keluarga kerajaan, dengan memberikan nama anak-anaknya mirip dengan nama-nama keluarga kerajaan.

Saudara kembaran Bouchard, bernama Beatrice, yang nama familiar di kerajaan Inggris. Beatrice adalah nama cucu dari Ratu Elizabeth II atau putri dari Pangeran Andrew.

Selain itu, Bouchard juga memiliki adik dengan nama William dan Charlotte. William adalah juga nama cucu Ratu Elizabeth II atau putra pertama dari pasangan Pangeran Charles dan Putri Diana. Sedangkan Charlotte adalah nama dari putri dari Pangeran Louis II dan ibu dari Pangeran Rainier III.

"Mungkin orang tua saya terlihat terobsesi dengan kerajaan, tapi itu membuat saya merasa seperti berada di rumah sendiri saat di Inggris," kata Bouchard kepada Daily Mail.

"Ketika saya masih muda ibu saya memberikan majalah dengan dua putri di dalamnya dan saya masih menyimpannya di meja samping tempat tidur saya, saudara saya adalah Pangeran William. Saya pikir itu hanya nama baik yang mereka sukai," sambung Bouchard.

Petenis cantik 20 tahun itu ingin menjuarai grand slam saat usia muda. Saat ini rekor juara tenis putri termuda masih dipegang Martina Hingis, ketika menjuarai Australia Terbuka 1997 pada usia 16 tahun tiga bulan.

"Saya pikir itu adalah evolusi normal. Ini bagus karena lebih menarik. Secara pribadi saya tidak merasa muda atau bahwa hal ini terjadi terlalu cepat, ada pemain yang seusia saya telah memenangkan beberapa Grand Slam. Jadi tidak ada istilah masih ada waktu," ungkap Bouchard.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Wimbledon
Penulis : Joko Sedayu
Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Wimbledon
  • comment
Artikel Terkait
Komentar